Free Wifi,Ya Fesbukan

Siang malam ku selalu menatap layar terpaku untuk online, online
Online, online.

Salah satu lagu Saykoji tersebut ternyata cukup mewakili kondisi mahasiswa yang ada di Umri. Hampir di beberapa sudut kampus bisa dipastikan jika ada mahasiswa yang sedang membuka laptopnya pasti sedang online.

Sebagaian besar memang mengerjakan tugas, searching informasi di internet, namun hampir bisa di pastikan mereka juga membuka facebook, jejaring sosial yang marak diakses dewasa ini. Mengapa di kawasan Umri tergolong ramai, jawabannya hanya satu: di Umri ada free wifi-nya, alias jaringan internet tanpa kabel nan gratis.

Keberadaan wifi di satu sisi memang memudahkan mahasiswa untuk menyelam ke dalam dunia maya, mencari informasi yang dibutuhkan dalam menunjang berbagai macam tugas kuliah. Membantu mahasiswa untuk tidak harus antre di laboratorium komputer atau pustaka yang menyediakan internet dengan jaringan kabel.
Namun disisi lain, wifi juga membuka kesempatan kepada mahasiswa untuk mengakses berbagai macam bentuk sajian dalam dunia maya, salah satunya adalah jejaring sosial, dan yang paling terkenal yaitu facebook.
“Banyak sekali keuntungan yang bisa di peroleh dari wifi kampus, mahasiswa gampang untuk cari bahan-bahan tugas,lebih hemat daripada harus ke warnet. Lagipula kalau pakai wifi kan sekalian bisa fesbukan (mengakses facebook,red), beda kalau di perpustakaan atau di lab,” ujar Khairun Nisa, mahasiswa FMIPA Biologi.
Rata-rata mahasiswa memang lebih senang online menggunakan laptop dan memakai fasilitas wifi daripada menggunakan komputer perpustakaan atau labor. Salah satu alasannya adalah mereka bisa sekaligus mengakses facebook, sedangkan untuk komputer yang ada di labor atau perpustakaan, atau di komputer-komputer yang menggunakan internet kabel sengaja di-proxy (ditutup) oleh kepala labor.
“Hal itu adalah untuk keefektifan karyawan ataupun dosen yang menggunakan komputer, nah jika satu komputer di -proxy maka komputer lain yang tersambung dengan internet kabel juga tidak akan bisa membukanya,”terang Azuwarly Hanief, salah satu mahasiswa Teknik Informatika yang sering membantu kepala labor.
Fenomena tentang jejaring sosial memang bukan hal baru lagi, ketika diadakan survey dan pengamatan ala Aksara ternyata 99,9 persen mahasiswa Umri mempunyai akun di situs jejaring sosial khususnya facebook. Kemudian Twitter menduduki peringkat kedua setelah facebook. Setelah itu menyusul beberapa situs yang lain seperti yahoomail, friendster, plurk dan lain-lain.
Menurut Baidarus Muhammad, Dosen Al-Islam dan kemuhammadiyahan, facebook bukanlah sesuatu yang diharamkan atau dilarang dalam islam, mudharat (rugi,red) atau keuntungannya tergantung kepada orang yang menggunakannya.
“Facebook justru banyak membantu untuk membangun komunikasi dengan kawan-kawan, apalagi di zaman yang serba canggih seperti ini, untung atau rugi itu tergantung kepada penggunanya,” ujar Dosen yang juga mempunyai akun facebook ini.
Hal senada juga di ungkapkan oleh Harry Yogsunandar, Kajur Fakultas Ilmu Komunikasi. “Apapun segala bentuk teknologi komunikasi itu diciptakan untuk memudahkan manusia, jika terjadi kerugian atau segala bentuk keburukan itu tergantung kepada user nya,”paparnya.
Baidarus juga mengungkapkan saat ini Ia melihat banyak mahasiswa yang menggunakan facebook sebagai ajang curhat atau membuat isu-isu tidak penting. Hal seperti itu dinilai kurang maksimal dalam pemanfaatan facebook.
Di dalam Al-Quran atau sunnah pun tidak ada usul fiqh yang melarang tentang facebook, menurut saidul Amin, Wakil ketua PW Muhammadiyah, facebook bisa dijadikan sarana silaturahmi, saling share, kegiatan diskusi ,berdakwah maupun untuk kegiatan positif lainnya.
“Semua manfaat atau mudharat tergantung pemakai, bisa dijadikan ajang dakwah, namun bisa juga dijadikan ajang transkasi pelacuran,”ujarnya.***

0 komentar:

Posting Komentar